Langsung ke konten utama

PEMUDA MUSLIM SEORANG PHP (PEMBERI HARAPAN PASTI)



PEMUDA MUSLIM SEORANG PHP (PEMBERI HARAPAN PASTI)
Oleh: Iflakhatul Ulfa (Farmasi UNPAD 2014)

“Beri Aku 10 Pemuda, Maka Akan Kuguncang Dunia!” – Ir. Soekarno
Kalimat diatas sudah tidak asing lagi terdengar. Kalimat penyemangat dari bung Karno yang berarti bahwa karena pemuda lah dunia akan terguncang, dengan pemuda lah dunia akan lebih baik, dan sebagainya. Tak terkecuali bagi pemuda muslim. Islam sangat menjunjung tinggi kedudukan seorang pemuda yang beriman. Dalam Alquran dijelaskan banyak ayat tentang pemuda, hal itu menandakan pemuda memiliki peran penting untuk kemajuan suatu umat.
Lantas bagaimana Islam memandang seorang pemuda itu?
Pemuda merupakan tulang punggung yang membentuk unsur pergerakan karena pemuda mempunyai kekuatan yang produktif dan kontribusi yang terus menerus. Suatu kaum tidak akan runtuh jika pada pundak pemudanya terdapat kepedulian dan semangat yang tinggi. Musuh-musuh Islam telah mengetahui hakekat ini, dengan berbagai cara mereka berusaha membuat para pemuda islam jauh dari kehidupan islam. Cara tersebut dapat dilihat dari perilaku pemuda yang sudah jauh dari agamanya dan para ulama. Mereka membuat suatu peraturan yang salah yang dijadikan suatu kebenaran. Hal tersebut dapat dilihat dari perilaku pemuda muslim yang sudah tidak sesuai dengan apa yang diajarkan Allah SWT dan Rasul-Nya. Astaghfirullah...
Akan tetapi, tidak semua pemuda muslim berperilaku jauh dari islam. Masih banyak pemuda yang memiliki akhlak mulia, beriman, dan bertakwa kepada Allah SWT, serta tidak selalu menuruti hawa nafsunya. Dalam Alquran dan hadist telah diceritakan keutaman para pemuda (Moerad, 2013).

Allah berfirman :
"Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam Keadaan takut bahwa Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir'aun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. dan Sesungguhnya Dia Termasuk orang-orang yang melampaui batas. " (Q.S.Yunus :83)

Kemudian dalam mengisahkan ashhabul kahfi Allah berfirman :
"Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk. "( Q.S.Al Kahfi :13)

Allah berfirman :
Mereka berkata: "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim ".
Maksudnya ibrahim melakukan hal ini ketika usianya masih muda remaja (Moerad, 2013).

Masih banyak kisah-kisah para pemuda muslim dalam Alquran, seperti kisah Nabi Ismail a.s, Nabi Yusuf a.s, Sayyidina Ali, dan lainnya. Dari kisah-kisah tersebut dapat diketahui bahwa jiwa seorang pemuda tidak selamanya berujung kenegatifan. Dalam beberapa hadist juga dijelaskan tentang keistimewaan pemuda dalam islam. Salah satunya Rasulullah pernah bersabda yang intinya ada 7 golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya yang salah satunya adalah pemuda yang tumbuh di dalam beribadah kepada Allah.

Dari Alquran dan hadist tersebut, diharapkan para pemuda muslim di zaman modern ini memiliki andil dan peranan agar termasuk dalam pemuda yang istimewa di mata Islam. Peran pemuda tersebut dapat dilakukan dengan berdakwah. Dakwah sendiri merupakan kewajiban dari seorang berilmu agama. Dimulai dari dakwah terhadap dirinya sendiri yaitu dengan cara memiliki ilmu agama yang kuat dan ilmu dunia yang mantap, serta menjadikan ilmu tersebut bukan untuk kesombongan melainkan sebagai rasa syukur terhadap Allah atas ilmu yang dimilikinya. Orang yang berilmu akan mampu mengambil manfaat atas apa yang terjadi. Sehingga ilmu agama sangatlah penting.
Dalam menjalankan dakwahnya, tidak dipungkiri terdapat gangguan-gangguan yang menghalanginya, seperti perkataan orang-orang sekitar yang tidak suka terhadap dakwah kita dan lain sebagainya. Seorang pemuda muslim yang sudah yakin atas apa yang dibawanya tidak akan menjadikan gangguan tersebut sebagai penghalang. Ia akan tetap berjalan terus dengan dakwahnya.
Selain itu, peran yang lainnya adalah menjadi seorang pemuda yang suka terhadap apa-apa yang disunahkan oleh Rasul seperti qiyamul lail, puasa sunah, shalat dhuha, dan lainnya. Ini adalah bekal pemuda agar tetap konsisten dalam jalan dakwahnya. Serta dapat berkomitmen sabar dari sesuatu yang diharamkan, seperti menjaga pendengaran dari kemungkaran, menjaga pandangan dari kemaksiatan, menjaga langkah dari jalan kehinaan, dan perbuatan lainnya yang dapat membuat Allah tidak rela terhadapnya.
Seorang pemuda muslim diharapkan untuk senantiasa berkumpul dengan para ulama yang terpercaya yang dapat menjaganya dari propaganda membelokkan risalah kebenaran. Pemuda muslim yang sedang melakukan dakwahnya hendaknya tidak menyalahi perbuatan dari apa yang diucapkannya. Ia dituntut berakhlak mulia sebagaimana yang ia serukan kepada umat dan dapat melaksanakan ketaatan yang ia anjurkan sehingga dapat dijadikan contoh yang baik bagi umat. Peran penting lainnya yaitu pemuda muslim harus selalu bangga dengan agamanya. Tidak malu menampakkan syiar-syiar (agama). Tidak pura-pura ketika menunaikan ibadah Allah SWT. Hal seperti itu dapat membuat benci di hati orang-orang kafir. Serta diharapkan dapat menjadi panutan bagi para pemuda lainnya yang masih malu untuk berbuat kebaikan.
Dari keistimewaan pemuda dalam Islam dan janji-janji Allah yang ditujukan untuk pemuda muslim tersebut dapat dijadikan semangat penggugah jiwa agar menjadi pemuda muslim yang memberikan harapan pasti bagi agama islam. Pemuda muslim bukan sekadar pemuda biasa yang hidup bagaikan air tenang dalam danau. Tetapi sebagai unsur hara dalam tanaman yang selalu naik ke atas memberi makanan kepada bagian tanaman yang lainnya. Seorang pemuda muslim harus selalu berusaha meningkatkan hidupnya dengan jalan Allah dan memberikan manfaat bagi yang lain.
Ada hadist yang mengingatkan agar pemuda muslim tidak menyia-nyiakan masa mudanya.
Rasulullah saw. bersabda dalam hadits Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anhu, "Tidak akan beranjak kaki anak Adam pada Hari Kiamat dari sisi Rabbnya sampai dia ditanya tentang 5 (perkara) : Tentang umurnya dimana dia habiskan, tentang masa mudanya dimana dia usangkan, tentang hartanya dari mana dia mendapatkannya dan kemana dia keluarkan dan tentang apa yang telah dia amalkan dari ilmunya". (HR. At-Tirmizi)
Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ 
"Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara:
1.      Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,
2.      Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,
3.      Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,
4.      Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
5.      Hidupmu sebelum datang kematianmu."

(HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir) (Moerad, 2013).
Dari hadist penutup tersebut semoga menjadikan para pemuda muslim untuk tidak menyia-nyiakan masa mudanya dan mengisi masa mudanya untuk jalan kebaikan yang dapat menjadikannya sebagai generasi pemberi harapan pasti.
Pengambilan ayat dari
Kiral Moerad. (2013). Keutamaan Pemuda Dalam Islam. Available at http://www.ruangfana.com/2013/05/keutamaan-pemuda-dalam-islam.html (Diakses pada tanggal 10 Desember 2014)

Komentar